Senin, 22 Agustus 2016

Cara Mengelola Kantong Plastik Sampah


Sampah erat hubungannya dengan kesehatan warga lantaran sampah adalah tempat kehidupan beragam mikroorganisme penyebabnya penyakit (bakteri patogen) dan serangga sebagai
pemindah dan penyebar penyakit (vektor) .hendaknya sampah dikelola dengan baik supaya tidak mengganggu atau meneror kesehatan warga. Pengelolaan sampah yang baik bukanlah saja untuk kebutuhan kesehatan tapi juga untuk keindahan lingkungan. Pengelolaan sampah mencakup pengumpulan, pengangkutan s/d pemusnahan atau pemrosesan sampah sedemikian rupa hingga sampah tidak mengganggu kesehatan warga dan lingkungan hidup.

Beberapa cara pengelolaan sampah diantaranya seperti berikut :
1. Pengumpulan dan Pengangkutan Sampah. Pengumpulanvsampah jadi tanggung jawab dari setiap rumah tangga atau institusi yang membuahkan sampah. Oleh maka itu, mereka harus menyediakan tempat pribadi untuk menghimpun sampah. Kemudian dari setiap tempat pengumpulan sampah itu harus diangkut ke tempat penampungan sesaat (TPS) sampah, setelah itu ke tempat penampungan akhir (TPA) . Mekanisme, system, atau langkah pengangkutannya untuk daerah perkotaan yaitu tanggung jawab pemerintah daerah setempat yang mendapat dukungan oleh partisipasi warga
produksi sampah, teristimewa dalam soal pendanaan. Sedang untuk daerah pedesaan biasanya sampah bisa dikelola oleh setiap keluarga tanpa ada perlu TPS ataupun TPA. Sampah rumah tangga daerah pedesaan biasanya didaur lagi jadi pupuk.

2. Pemusnahan dan Pemrosesan Sampah.
Pemusnahan dan/atau pemrosesan sampah padat ini bisa dilaksanakan lewat beragam langkah, diantaranya seperti berikut :
 (1) ditanam (landfill) yakni pemusnahan sampah dengan bikin lubang ditanah lalu
 sampah dimasukkan dan ditimbun dengan tanah.
 (2) dibakar (inceneration) yakni memusnahkan sampah dengan jalan membakar didalam
 tungku pembakaran (incenerator) .
 (3) jadikan pupuk (composting) yakni pemrosesan sampah jadi pupuk (kompos) , teristimewa untuk sampah organik daun-daunan, bekas makanan, dan sampah lain yang bisa membusuk. Di daerah pedesaan hal semacam ini telah umum sedang di daerah perkotaan hal semacam ini butuh dibudayakan. Apabila tiap-tiap rumahtangga dibiasakan untuk memisahkan sampah organik dengan anorganik lalu sampah organik di proses jadi pupuk tanaman, bisa di jual atau difungsikan sendiri. Sedang sampah anorganik dibuang dan yang lainya dipungut oleh beberapa pemulung. Dengan sekian permasalahan sampah bakal berkurang

Pengelolaan sampah adalah sistem yang dibutuhkan dengan dua maksud :
1. Merubah sampah jadi material yang mempunyai nilai ekonomis, atau
2. Produksi sampah supaya jadi material yg tidak membahayakan untuk lingkungan hidup.

Ada ketidaksamaan berkenaan pengelolaan sampah, bergantung dari type sampah tersebut.
Beberapa cara pengelolaan sampah, antara lain:
1. Daur-ulang
2. Pengkomposan
3. Pengurugan sampah

Kegunaan pengelolaan sampah
1. Penghematan sumber daya alam
2. Penghematan energi
3. Penghematan tempat TPA
4. Lingkungan asri (bersih, sehat, nyaman)

Bencana sampah yg tidak dikelola dengan baik
1. Longsor tumpukan sampah : Longsor sampah Leuwigajah
2. Sumber penyakit
3. Pencemaran lingkungan.

Sampah terbagi dalam dua sisi, yakni sisi organik dan anorganik. Rata-rata persentase bahan organik sampah meraih ± 80%, hingga pengomposan adalah alternatif perlakuan yang sama sesuai. Pengomposan bisa mengontrol bahaya pencemaran yang bisa saja berlangsung dan membuahkan keuntungan. Pengomposan adalah penguraian dan pemantapan bahan-bahan organik dengan cara biologis dalam temperatur thermophilic (suhu tinggi) dengan hasil akhir berbentuk bahan yang cukup bagus untuk diterapkan ke tanah. Pengomposan bisa dilaksanakan dengan cara bersih dan tanpa ada membuahkan kegaduhan didalam ataupun di luar ruang.

Tehnologi pengomposan sampah begitu bermacam, baik dengan cara aerobik ataupun anaerobik, dengan atau tanpa ada bahan penambahan. Bahan penambahan yang umum dipakai aktivator kompos atau menggunakan cacing manfaat memperoleh kompos (vermicompost) . Kelebihan dari sistem pengomposan diantaranya teknologinya yang simpel, cost perlakuan yang relatif rendah, dan bisa mengatasi sampah dalam jumlah yang banyak (bergantung luasan tempat).

Pengomposan dengan cara aerobik paling banyak dipakai, lantaran gampang dan murah untuk dilaksanakan, dan tidak memerlukan kontrol sistem yang sangat susah. Dekomposisi bahan dilaksanakan oleh mikroorganisme didalam bahan tersebut dengan pertolongan hawa. Sedang pengomposan dengan cara anaerobik menggunakan mikroorganisme yg tidak memerlukan hawa dalam mendegradasi bahan organik.

Hasil akhir dari pengomposan ini adalah bahan yang begitu diperlukan untuk kebutuhan tanah-tanah pertanian di Indonesia, sebagai usaha untuk melakukan perbaikan karakter kimia, fisika dan biologi tanah, hingga produksi tanaman jadi lebih tinggi. Kompos yang dihasilkan dari pengomposan sampah bisa dipakai untuk memperkuat susunan tempat gawat, menggemburkan kembali tanah pertanian, menggemburkan kembali tanah petamanan, sebagai bahan penutup sampah di TPA, eklamasi pantai pasca penambangan, dan sebagai media tanaman, dan kurangi pemakaian pupuk kimia. Bahan baku pengomposan yaitu segala material organik yang memiliki kandungan karbon dan nitrogen, seperti kotoran hewan, sampah hijauan, sampah kota, lumpur cair dan limbah industri pertanian. Tersebut dihidangkan beberapa bahan yang umum jadikan bahan baku pengomposan.
Baca Juga Keunggulan Kantong Sampah Plastik.

1 komentar:

  1. Ingin Buka Usaha Sampingan Tapi masih Bingung memulai,Semua Bisa Diwujudkan Bersama Kami dengan Usaha Tanpa Modal cukup cari produk yang kami sediakan dan dapatkan komisi 35rb-1jt dari produk kami! www.maslukis.com

    BalasHapus