PRODUSEN KANTONG SAMPAH PLASTIK

PRODUSEN KANTONG SAMPAH PLASTIK (TRASH BAG)
Melayani pemesanan kantong sampah plastik hitam & warna, baik untuk perkantoran, supermarket, hotel, dan apartemen. Kami juga melayani pemesanan kantong sampah medis untuk rumah sakit. Barang tidak ready, hanya melayani pemesanan, ukuran sesuai permintaan (custom), minimal pemesanan 300kg per ukuran.

HUBUNGI KAMI:
SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950
Phone/Fax: 031- 8830487
Email: limcorporation2009@gmail.com

Penggunaan Pestisida Berisiko Merusak Rantai Makanan Alami

Rantai Makanan Alami

Hai, apa kabar? Berjumpa kembali dengan penulis. Artikel kali ini, kita akan membahas mengenai Penggunaan Pestisida Berisiko Merusak Rantai Makanan Alami. Tak usah lama-lama mari simak materi berikut.

Yang dapat dilakukan sementara oleh pemerintah dalam melumpukan ulat-ulat bulu dengan penggunaan pestisida dikecam oleh beberapa pakar lingkungan. Menurut pendapat mereka pemakaian pestisida berpotensial merusak biota lain-nya dan dapat memutus rantai-rantai makanan. 

Guru Besar Riset Operasi dan Optimasi Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Surabaya yang bernama Daniel Rosyid mengatakan, pemakaian pestisida dalam melumpukan ulat bulu ialah kebiasaan lama pada saat revolusi hijau pada Th 70 an. Cara itu kini dinilai tak relevan lagi dipakai oleh para petani serta harus ditinggalkan secara pelan-pelan. 

"Kegiatan pembasmian hama pada zaman kini harus memakai cara pendekatan yang ramah akan lingkungan serta memiliki sifat organik, Ujar. Disamping itu, penggunaan pestisida otomatis akan mematikan biota dan ekosistem yang sesungguhnya memberikan keuntungan untuk kesetimbangan alam.

BACA JUGA:

Ini Dia 7 Tanaman Hias Berbahaya, Memiliki Racun yang Mematikan

Ecobrick, Inilah Karya yang Dapat Menangani Sampah Plastik Agar Berguna lagi!

Hebat, Mesin Ini Bisa Menyulap Sampah Plastik Menjadi BBM (Bahan Bakar Mesin)

Jika demikian, otomatis tatanan rantai makanan akan putus. Pendapatnya, pemberantasan ulat yang baik tak bisa dilakukan secara instan, namun membutuhkan proses alami yang cukup lama. Cara alami yang bisa dilakukan adalah dengan mencari predator alami ulat sampai ketemu, mengembangkan kawasan konservasi burung sebagai predator alami ulat, dan mengurangi konsumsi makanan aneh oleh manusia.

"Dikarena berkali-kali manusia adalah predator yang mengkonsumsi makanan yang bukan hak-nya atau jatahnya. Perilaku ke seriangan berikut dapat berpotensi merukan memutus rantai makanan alami, ujar. Contoh, berburu hewan-hewan yang seharusnya berperan predator.

Saat itu, ahli lingkungan hidup Kampus Airlangga Surabaya, Suparto Wijoyo, mencemaskan bahan pestisida yang disemprot tak lagi mematikan ulat bulu. Pestisida ialah bahan bahan kimia yang yang kenal kembali untuk badan ulat bulu karena seringkali dipakai petani semenjak 30 tahun akhir persisnya saat diawalinya revolusi hijau.

"Kekhawatirnya dari saya tuk pemakaian pestisida bisa sajadi malah meningkatkan kekebalan pada tubuh ulat bulunya, ujarnya. Staf Ahli pemerintahan Negara lingkungan hidup mengusulkan bawasanya pemerintah memanfaatkan merebaknya ulat bulu ini untuk sebagai potensi dari industri yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dan dikembangkan tuk memajukan perekonomian para petani. 

Dari sekian banyak jenis ulat bulu ternyata beberapa jenis ulat bulu bisa untuk diolah menjadi makanan loh sahabat. Apabila petani dapat diberi penyuluhan untuk cara memilih dan memilah ulat yang bermanfaat, malah hama ini dapat menjadi sumber protein yang bergizi dan membuka lapangan perkerjaan baru.

Apa sih Itu Pestisida

Pengertian pestisida di Indonesia mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1973. Peraturan tersebut menjelaskan bahwa pestisida adalah bahan kimia atau mikroorganisme atau virus yang digunakan untuk mencegah hama dan penyakit yang berpotensi merusak tanaman dan mengganggu hasil pertanian.

Pestisida organik dan anorganik

1. Pestisida organik

Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tumbuhan atau tumbuhan dan bahan organik lain yang dapat mengendalikan hama pada tumbuhan.

2. Pestisida anorganik 

Pestisida anorganik terdiri dari garam-garam beracun, seperti arsenat, fluorida, tembaga sulfat, dan garam merkuri. Pestisida organik meliputi organoklorin, heterosiklik, organofosfat, karbamat, dinitrofenol, tiosianat, dan sulfonat.

Pengertian Rantai Makanan

Kehadiran rantai makanan merupakan wujud keseimbangan dari alam semesta. Rusaknya rantai makanan akan menyebabkan kerusakan ekosistem yang ada. Jadi, rantai makanan ini menjadi bagian dari ekosistem yang tidak bisa dipisahkan.

Dalam rantai makanan, dikenal adanya istilah produsen dan konsumen. Produsen adalah makhluk yang mampu membuat makanannya sendiri. Adapun yang menduduki posisi sebagai produsen adalah tumbuhan dan fitoplankton.

Sementara, konsumen dalam rantai makanan berarti makhluk hidup yang mendapatkan makanan dari pihak produsen. Konsumen tidak dapat mengolah makanannya sendiri, mereka hanya melakukan kegiatan konsumsi.

Nah, itu tadi penjabarannya. Kurang lebihnya mohon maaf, see you next di artikel berikutnya. Terima kasih.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Penggunaan Pestisida Berisiko Merusak Rantai Makanan Alami"

Posting Komentar

LANGGANAN