Rabu, 08 Maret 2017

Cinta Hobby & Cinta Alam Bersama Kantong Sampah

Melakukan hobby di sela-sela kesibukan yang padat adalah salah satu cara yang cukup efektif untuk mereduksi kadar stress pada tubuh. Lebih baik lagi jika hobi dilakukan di alam bebas yang jauh jadi riuh kesibukan kota sehingga otak dan hati anda akan benar-benar beristirahat. Salah satu hobi yang sedang digemari anak muda Indonesia saat ini adalah hobi mendaki gunung. Mengingat Indonesia adalah negara dengan jumlah gunung berapi aktif terbanyak di dunia, maka tak heran jika anak mudanya tertarik untuk menjelajahi gunung-gunung tersebut. Biasanya, mereka yang berhasil mecapai ketinggian tertentu dari suatu gunung akan mengabadikannya dengan memfoto kertas “salam” yang sudah disiapkan dari awal keberangkatan, sebagai bukti akan apa yang telah dicapainya.

Namun, salah satu kebiasaan buruk masyarakat Indonesia adalah kurangnya kesadaran akan cinta kebersihan, kapanpun, dimanapun. Virus “malas buang sampah” ini juga menjangkit para remaja yang hobi mendaki gunung. Mereka biasanya meninggalkan begitu saja kertas-kertas salam di tepi jalan pendakian. Tak hanya kertas, bahkan botol minum dan bungkus makanan juga tidak turut dibawa turun dan dibuang di tempat sampah. Banyak dari mereka yang melabeli dirinya sebagai “pecinta alam” justru menjadi pelopor perusak alam.  Wah, jangan sampai yang seperti ini berlanjut menjadi tradisi ya.

# Baca juga Mengenal Kode Internasional Pada Berbagai Jenis Plastik

Salah satu kendala dalam membuan sampah di beberapa tempat adalah minimnya jumlah tempat sampah yang tersedia. Memang sulit mengatur pengelolaan sampah di pegunungan mengingat belum cukup memadainya infrastruktur disana. Maka dari itu, kantong sampah adalah salah satu solusi untuk mengatasi timbunan sampah di pegunungan. Bentuk kantong sampah yang ringan dan fleksibel serta tidak memakan banyak ruang ketika belum digunakan ini sangat cocok untuk dibawa mendaki gunung. Ukuran kantong sampah yang tersedia mulai dari yang mini sampai jumbo juga banyak membantu dalam mengatasi masalah sampah.

Maka dari itu, sebelum naik gunung, sempatkanlan untuk mampik ke tempat yang jual kantong sampah. Jika anda wanita, jangan lupa untuk membawa kantong sampah hitam berukuran kecil untuk jaga-jaga seandainya anda datang bulan ketika sudah di atas gunung.
Kantong sampah ini adalah barang yang mudah di dapatkan. Hampir semua mini market di Indonesia menjual kanton sampah di dalam tokonya. Kantong sampah yang dijual di mini market dan tempat perbelanjaan umum lainnya biasanya adalah kantong sampah hitam yang umum dipakai masyarakat luas.

# Jangan lewatkan Macam dan Jenis Kantong Sampah Plastik

Namun, dalam rangka membangun minat para pendaki gunung untuk membuang sampah, anda dapat membeli kantong sampah warna warni yang sebenarnya adalah kantong sampah medis. Pabrik kantong sampah memproduksi kantong sampah dalam berbagai warna dengan tujuan untuk mengelompokkan sampah berdasarkan jenisnya. Hal ini disebabkan karena limbah medis sebaiknya tidak bercampur menjadi satu. Kantong sampah medis yang berwarna-warni dapat anda beli di toko alat kesehatan. anda dapat membagikan kantong sampah-kantong sampah tersebut kepada para pendaki di pos sebelum pendakian dimulai.Anda juga dapat memunguti sampah-sampah yang anda temui waktu turun gunung. Memungut sampah saat turun gunung lebih mudah dilakukan dibanding dengan memungut sampah saat anda baru mulai mendaki. Jika anda sudah selesai mengumpukan sampah, barulah buang kantong sampah tersebut di tong sampah yang sudah tersedia.

Usahakanlah untuk membagi sampah berdasarkan jenisnya. Jika anda mendaki gunung secara berkelompok, bagilah kelompok menjadi 2. Satu untuk memungut sampah kering, dan satu untuk memungut sampah basah. Pengelompokan ini akan memudahkan petugas untuk mengolah sampah ke tahap berikutnya.
*** Untuk pemesanan kantong sampah plastik, kantong sampah medis silahkan hubungi kami 0877.0282.1277 - 0852.3392.5564 (SMS/Call/WA).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar