Minggu, 10 September 2017

Inilah 5 Langkah Pengolahan Sampah yang Bisa Dilakukan di Rumah

Berdasarkan hasil penelitian, setiap hari sebuah rumah tangga menghasilkan sampah sekitar 0.5 kg - 0.8 kg per orang. Jika di dalam sebuah rumah terdapat empat jiwa, berarti sekitar 2kg - 3.2kg sampah dihasilkan perhari/kk. Bayangkan sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga tersebut dalam 1 tahun, bisa mencapai angka 730kg - 1.168kg atau 7,3 kwintal - 1,2 ton. Sebuah angka yang cukup fantastis. Berapa tinggi tumpukan sampah yang dihasilan oleh satu keluarga tersebut?  

Sebenarnya, jika masing-masing rumah tangga mampu memilah serta mengolah sampahnya masing-masing, takkan ada lagi demo warga yang tinggal di seputaran Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA). Pemerintahpun tak perlu bersusah payah menyediakan anggaran khusus untuk mengatasi masalah yang takkan pernah ada habisnya ini, seiring dengan sampah yang selalu dihasilkan setiap hari.

Ya! Seberapapun besar upaya pemerintah untuk mengatasi masalah sampah, dengan memperluas area TPA, memperbanyak armada truk pengangkut sampah, hingga menambah pasukan oranye yang bertugas mengangkut sampah serta membersihkan lingkungan, takkan ada artinya jika tak ada partisipasi aktif dari masyarakat sendiri.
   
Untuk melakukan proses pengolahan sampah serta membudayakan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, kita dapat berkaca pada negara tetangga yang sudah sukses dengan program yang semula berasal dari masyarakat sendiri.
Kepedulian pada sampah dan kebersihan lingkungan yang sangat tinggi di Jepang serta Singapura tidaklah terbentuk begitu saja. Perlu upaya puluhan tahun untuk mengedukasi masyarakat hingga menjadi sebuah habit/kebiasaan.

Bahkan tahun 2001 di Jepang terjadi kasus pencemaran laut yang menyebabkan 1700 orang meninggal dunia akibat terkena dampak racun merkuri yang berasal dari limbah pabrik yang tidak mengalami pengolahan terlebih dahulu, namun langsung dibuang ke laut. 

Padahal sejak pertengahan tahun 70’an, telah timbul gerakan chonaikai di berbagai kota di Jepang, yaitu gerakan peduli terhadap lingkungan. Sekumpulan kecil masyarakat menggalang kesadaran warga tentang pentingnya memilah sampah serta mengolahnya melalui 3R, yaitu: Reduce (mengurangi pembuangan sampah), Reuse (menggunakan kembali), serta Recycle (daur ulang)
Gerakan tersebut rupanya mendapat tanggapan positif dari berbagai lapisan masyarakat di Jepang. Namun, meskipun gerakan peduli lingkungan di masyarakat ini berkembang pesat, pemerintah Jepang masih belum memiliki Undang-undang Pengaturan Pengolahan Sampah.

Baru di bulan Juni 2000, Parlemen Jepang menyetujui Basic Law for Promotion of The Formation of Recycling Oriented Society, yaitu  Undang-undang  mengenai masyarakat Jepang yang berorientasi daur ulang.

Belajar dari pengalaman masyarakat Jepang tersebut, rasanya tidaklah sulit bagi masyarakat Indonesia untuk mencontoh serta menjadikan gerakan peduli lingkungan sebagai upaya mengatasi masalah sampah yang kian hari kian menumpuk tanpa ada solusi yang berarti dari pemerintah.

Inilah lima jurus jitu bagi rumah tangga yang peduli dengan lingkungannya:

1.Selalu melakukan gerakan 3 R (Reduce, Reuse dan Recycle) terhadap semua benda yang ada di dalam rumah. Jangan mudah tergiur untuk membeli barang baru, jika barang lama masih layak pakai, atau bisa diolah kembali.

2.Pilah sampah organik, anorganik serta sampah berbahaya (B3) yang dihasilkan oleh rumah tangga. Sediakan wadah khusus untuk membuat kompos guna mengolah sampah organik. Wadah khusus untuk menampung sampah anorganik yang bisa diberikan ke pemulung, atau disalurkan ke bank sampah terdekat. Serta wadah khusus untuk menampung sampah B3 yang jika dibuang sembarangan dapat membahayakan sekitarnya. 

3.Jadikan kebiasaan membuang sampah sebagai habit keluarga sehari-hari. Ajari anak-anak sejak dini untuk selalu membuang sampah pada tempatnya. Jika tidak menemukan tempat sampah, ajari anak untuk menyimpan sampahnya, hingga menemukan tempat sampah terdekat. 

4.Jadikan budaya malu membuang sampah sembarangan sebagai sikap terhormat dalam keluarga.

5.Jangan ragu untuk menegur orang yang membuang sampah sembarangan. Anak-anak akan melihat konsistensi orangtuanya.

Saat ini banyak pabrik kantong sampah yang memproduksi serta menjual kantong sampah dalam berbagai ukuran kantong sampah. Mulai dari kantong sampah hitam, kantong sampah warna, hingga kantong sampah medis. Hal ini semakin memudahkan masyarakat untuk melakukan gerakan peduli sampah dan peduli lingkungan. 

Nah bagaimana? Hari gini masih tak peduli serta menganggap sampah sebagai urusan pemerintah?? Ke laut saja deh sana!!!
#Untuk info harga terupdate silahkan klik DISINI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar